RSS

Pablo “El Patron” Escobar (1949-1993) the “real life” Godftaher from Columbia…


Don Pablo Escobar

Don Pablo/El Magico atau lebih dikenal dengan Pablo Emilio Escobar Gavira, anak ke-7 dari pasangan Abel Jesus Escobar, seorang petani dan Hemilda Gaviria, guru SD. Lahir pada tanggal 1 Desember 1949 di Desa Rionegro Kota Andes Utara terletak tidak jauh dari kota terbesar ke-2 Kolumbia, Medellin.Ia pernah sempat menikmati bangku kuliah di Universitas Antioquia, tetapi drop out di tahun 1966 karena orang tuanya tidak mampu membiayai kuliahnya. Tidak seperti Al-capone yang memiliki kecerdasan dan intelektual tinggi, keunggulannya adalah melakukan kekerasan yang tiada batas.

KARIR KRIMINAL

Escobar kecil memulai karir kriminalnya dengan mencuri batu nisan kemudian dijual ke penadah. Beranjak dewasa awal 70’an ia mulai mencuri kendaraan, menjual rokok selundupan, memalsukan tiket lotre, menjual ganja bahkan pernah melakukan penculikan seorang anak pejabat Columbia dengan meminta tebusan sebesar $100,000, kemudian bekerja untuk seorang penyelundup milyuner Alvaro Prieto yang memaksanya menjadi jutawan pada usia 22 tahun. Seiring dengan maraknya bisnis kokain di Columbia, Escobar meninvestasikan seluruh kekayaannya kebisnis tersebut, menanam koka (cocain) dilembah-lembah pegunungan terpencil di Peru dan Bolivia yang jauh dari pengawasan pemerintah Kolumbia kemudian memonopoli produksi cocain lokal dengan membayar petani dengan upah 2x lipat.

Kokain, suap dan pembunuhan mendorong Escobar kejajaran top rank kriminalitas di Medellin, disinilah ia bertemu dengan Jorge Luis Ochoa Vasquez kemudian bermitra agar ia juga dapat memproduksi dan melakukan pendistribusian kokain, Vasquez terlebih dahulu telah melakukan penyelundupan skala kecil dan distribusi di Florida Selatan sebelum kembali ke Kolumbia untuk membangun perusahaan pengolahan kokain. milik keluarga. Reputasi Escobar meningkat seiring dengan kematian drug dealer terkenal di Medellin Fabio Restrepo ditahun 1975, belakangan diketahui Restrapo dibunuh oleh Escobar dan kemudian orang-orang Restrepo bekerja untuk Escobar.

MASUK KE AS

Penyelundupan dan perdagangan kokain ke AS pada awalnya dikuasai oleh penyelundup dari Kuba dengan taraf kecil, dengan mempekerjakan kurir (biasanya penumpang atau pramugari pesawat) untuk membawa kokain dalam jumlah kecil ke Florida Selatan lalu dijual ke pengedar kelas menengah yang diawasi oleh American Ganster. Monopoli tersebut akhirnya bisa di hapuskan oleh Carlos Lehder Rivas seorang Kolumbia yang bekerja sama dengan George Jung seorang American drug trafficker, mereka berkenalan sewaktu sama-sama menjadi tahanan penjara Federal pertengahan 1970-an.

Lehder dan Jung merencanakan untuk melakukan pengiriman dengan jumlah besar dengan menerbangkan kokain dari Kolumbia ke AS menggunakan kapal komersial Cesna. Tahun 1977 misi penyelundupan mereka yang pertama berhasil dengan membawa kokain seberat 250 kg dan dijual sengan harga sekitar $15.000.000 sehingga menarik minat dari pengedar-pengedar kelas menengah untuk membeli lebih banyak lagi. Hal inilah yang memaksa Escobar untuk memproduksi kokain lebih banyak lagi untuk dijual ke pasar AS yang sedang gemuk, dengan Lehder sebagai penjual dan ia sebagai pemasok dan pengolah kokain. Lehder dan Jung terbang dari Bahamas, Florida ke ranch Escobar di Kolumbia hari Jumat, dan kembali ke Bahamas, Florida hari Sabtu dengan membawa 300-500 kg kokain bersama wisawatan AS yang berlibur ke Medellin, Kolumbia.

Tahun berikutnya 1978 Keuntungan yang ia hasilkan sangat luar biasa, HPP dari 1 kg kokain produksinya hanya $2000, dijual ke Lehder dan Jung seharga $22.000, sehingga keuntungan bersih Escobar senilai $20.000/kg dan berikutnya mereka mengangkut paling sedikit 400 kg dengan mempekerjakan pilot asal AS yang dibayar $400.000/trip ke Florida, kemudian dibeli oleh dealer seharga $60.000/kg, dengan demikian keuntungan yang didapat dari penjualan 400 kg kokain sebesar $8.000.000 untuk Escobar dan untuk Lehder dan Jung masing-masing sebesar $5.000.000.

Dihitung dari sekali trip/minggu kurun waktu 1978 gross revenues secara keseluruhan sebesar $1,3 milyar dengan net profit sebesar $1 milyar! Tahun 1979 metode penyelundupan dengan pesawat komersial Cessna digagalkan oleh DEA (Drug Enforment Administration “BNN-nya Amrik”) dan Lehder pun mengubah metode penyelundupannya dengan menurunkan kokain dengan parasut yang kemudian dibawa dengan speedboat melalui perairan internasional, metode tersebut sangat efektif seiring dengan jumlah kokain yang terkirim sebesar 1 ton/minggu tahun 1979 dengan gross revenue senilai $3,5 milyar dan naik menjadi 2 ton/minggu pada tahun 1982 dengan gross revenue senilai $5-6 milyar!!

KEKAYAAN

Uang yang berbicara, yes dengan banyaknya uang yang didapat menghalalkan berbagai macam rencana seperti cartel Kolumbia menyapu bersih gangster Kuba selama perang kokain 1978-1981. Demi memperluas jaringan penjualan kokain guna memenuhi lonjakan permintaan dari AS, Escobar bersama Lehder membuka rute baru antara Karibia dan Amerika Tengah dengan membangun sebuah pulau yang dinamakan Norman’s Cay di Long Island, Bahamas pada tahun 1978 lengkap dengan hotel mewah, restoran, 100 rumah, pelabuhan dan gudang pendingin untuk menyimpan kokain, dilengkapi juga oleh landasan pesawat terbang sepanjang 3300 meter. Pada tahun 1979 Escobar, Ochoa dan Lehder bersama mempersenjatai 2000 orang hingga menjadi pasukan guna melindungi bisnis tersebut, seiring dengan lahirnya Medellin Cartel.

Organisasi cartel hanya mengenal satu El Patron (the Boss) atau El Padrino (the Godfather) sehingga ditunjuklah Escobar sebagai El Padrino, sesuai dengan dominasi Escobar dalam rantai pasokan serta kekejamannya dalam memimpin. Medellin Cartel memiliki 17 suborganisasi (termasuk 2 sub organisasi Cartel yang mengontrol Cali dan Pantai Kolombia Utara) yang bekerja sendiri-sendiri sehingga hanya Escobarlah yang tahu kejadian sebenarnya.


Struktur Organisasi Kartel Medelin

Peredaran kokain Medellin Cartel meliputi AS, meksiko, Puertorico dan Rep Domika, diketahui peredarannya hingga benua Asia. Pada tahun 1982 kekayaan pribadi Escobar naik menjadi $3 milyar, membuatnya menjadi orang terkaya di Kolumbia. Ia memiliki armada kapal besar DC-3, DC-4 dan DC-6 yang membuat lalu lintas pelayaran yang melalui Norman’s Cay tambah padat, sehingga memaksa Wakil Presiden George Bush komplain kepada Perdana Menteri Kep Bahama “the traffic at Norman’s Cay like O’Hare!”. Ia juga mendanai pemilihan kongres di Kolumbia dan menggunakan izin paspor diplomatik untuk membawa keluarganya liburan ke AS (termasuk liburan “entah-nya” mengunjungi Gedung Putih di DC dan mengunjungi rumah Elvis Presley idolanya di Graceland).

Pada bulan Maret 1982 petugas pabean AS dibuat terkejut dengan ditemukannya 2 ton kokain dibandara Internasional Miami, yang menyadarkan bahwa mereka dihadapkan dengan operasi kokain terbesar yang belum pernah mereka jumpai, tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dalangnya merupakan Medellin Cartel dan Escobar sebagai komandannya.


2 ton kokain yang ditemukan oleh Pabean AS

Tidak lama setelah kejadian, pasukan AS menangkap dan memaksa Lehder dari Norman’s Cay pada september 1983, tetapi Escobar terlebih dahulu sudah menjalin kemitraan baru dengan Diktator Panama Manuel Noriega. Antara tahun 1982-1984 pengiriman kokain melonjak dari 80 ton menjadi 145 ton akibat dari overshipment yang membanjiri pasar di AS, sehingga penjualan ecerannya turun dari $60.000 menjadi $16.000/kg. Pada tahun tersebut Escobar membeli sebuah Jet Pribadi khusus untuk membawa uangnya dari AS ke Kolumbia termasuk biaya pembelian karet gelang sebesar $2500/bulan hanya untuk mengikat uangnya menjadi seperti tumpukan batu bata.

Ia secara khusus juga mempekerjakan 10 akuntan untuk mengontrol dan mencatat peredaran uangnya, ia juga pernah dengan santainya merespons atas uang tunai sebesar $5.000.000 dimuat dikapal yang salah: hanya mengangkat bahu dan menjawab “you win some, you lose some” dan menerima secara ikhlas kehilangan 10% dari penghasilannya rata-rata $500.000.000/tahun hanya karena dimakan tikus atau lapuk karena disimpan sembarangan!!

Kekayaan pribadi Escobar diperkirakan sebesar $7-10 miliar pada tahun 1985 mungkin $3 miliar disimpan di Kolumbia dengan sisanya tersebar dibanyak bank asing dan investasi, termasuk apartemen super mewah di Miami, hotel di Venezuela dan 1 juta hektar tanah di Kolumbia (sekitar 3900 mil atau 1% dari wilayah Negara). Ia menghabiskan ratusan juta dolar untuk grand Antioquia residence, Hacienda Napoles.


Gerbang Masuk Hacienda Napoles

Pesawat diatas merupakan pesawat yang digunakan pertama kali untuk penyelundupkan kokain.


Kamar Tamu yang dilengkapi private helipad

Ditengahnya terdapat Mansion bergaya Spanish Colonial dengan akomodasi 100 kamar seluas 5500 hektar, dilengkapi dengan 6 kolam renang, taman, kebun buah yang berisi 100.000 pohon buah, kandang kuda untuk kuda pacunya, 14 danau buatan, dan kebun binatang pribadi dengan koleksi binatang sebanyak 2000 spesies dari seluruh dunia, termasuk gajah, jerapah, singa, harimau, badak, kuda nil hingga bird park.

Untuk hiburan ia membangun sirkuit motor trail, stadion sepak bola dan arena adu banteng yang sanggup menampung 1000 orang. Hacienda Napoles memiliki 700 karyawan, dilindungi dari pagar keamanan berlapis lapis dan menara penjaga.

Tahun 1985 merupakan tahun kejayaan Medellin Cartel, hanya dalam 1 dekade Escobar dapat menaklukkan AS, karena jumlah orang pecandu kokain naik 4x lipat menjadi 25 Juta, sedangkan pengguna biasa naik menjadi 1-6 juta. AS mengkonsumsi kokain sekitar 150 ton kokain pada tahun 1985 senilai $30 miliar dari pendapatan penjualan dealer kelas menengah dan $6 miliar untuk kartel. DEA menemukan full-time dealer di 12 dari 15 gedung kantor di Wall Street dan korupsi yang merajalela dimana mana: 10% anggota Kepolisian Miami digaji oleh Escobar termasuk jajaran petinggi di FBI, DEA, Pabeanan, IRS, INS hingga CIA.

LEBIH BERKUASA DARIPADA NEGARA

Dengan pengaruh Medellin Cartel di Amerika Selatan yang mempekerjakan 750.000 orang dan mengkontrol 40-50% dari total expor dari Kolumbia, Bolivia dan Peru. Pabrik kokain terbesarnya terletak di Trandquilandia menjadi sebuah kota lengkap dengan sekolah dan rumah sakit: dengan jaringan 19 laboratorium yang tersebar di 1200 mil persegi hutan tenggara dari Bogota; hanya dapat diakses dengan helikopter, memiliki 8 landasan pesawat terbang, asrama untuk ratusan pekerja, pembangkit listrik tenaga air pribadi, jalanan aspal dan puluhan kendaraan operasional.Pada tahun 19985 Kepolisian Kolombia menghancurkan 667 labs dan 90 landasan pesawat terbang.

Tahun 1985 korupsi semakin merajalela di Kolumbia, 400 hakim ambil bagian korupsi, dan tahun 1989 jaksa agung menyelidiki kasus korupsi di kepolisian dan militer. Mantan Presiden Kolumbia Belinsario Betancur pernah membuat pernyataan “kami melawan sebuah organisasi yang lebih dari suatu Negara”.
Tahun 1986 ia pernah menawarkan kepada pemerintah Kolumbia untuk melunasi hutang negara sebesar $13 miliar untuk pengampunannya (supaya ga dikejar-kejar terus) tetapi ditolak mentah-mentah.

Escobar memberikan kembali kepada pemerintah Kolumbia “platta o plomo” “silver or lead”, semakin jelas bahwa kekerasan lah yang akan ditempuh oleh Escobar dan Medellin Carterlnya “Violence was just a cost of doing business, and no one was off limits!”. Sebulan setelah penyerbuan kepolisian dan tentara Kolumbia ke pabriknya di Tranquilandia, Menteri Kehakiman Kolumbia ditembak mati, serangan brutal ke Depatemen kehakiman/kejaksaan yang menewaskan 11 dari 24 hakim mahkamah agung; 1986 membunuh hakim agung, kepala BNN Kolumbia, dan editor dari El Espectador, surat kabar terkemuka di Kolumbia dan 1987 membunuh calon presiden Kolumbia Jaime Pardo Leal (karena paling vokal untuk nangkep Escobar).

Pemerintah AS berusaha mati-matian untuk melemahkan distribusi dan dengan bangga menyatakan bahwa pendapatan Escobar turun drastis kepada media. Nyatanya Escobar membeli 13 pesawat boeing 727 dari perusahaan Eastern Airlines yang mengalami kebangkrutan, masing-masing mampu membawa kurang lebih 11 ton kokain per trip, dan membeli dari AL Uni Soviet 2 buah kapal selam mini tak ber-awak yang dapat dikontrol dengan remote kontrol yang masing-masing dapat mengangkut 1 ton kokain. Para ahli kimianya selalu menemukan cara-cara baru untuk menyembunyikan kokain, termasuk kokain cair (yang dapat dicampur dengan cairan lainnya) dan kokain berbentuk plastik yang dicetak menjadi mainan, pipa paralon hingga patung-patung religius.

Total pengiriman sejak itu melonjak drastis hingga 360 ton pada tahun 1989, hingga Forbes menempatkan ia sebagai orang terkaya ke-tujuh di dunia, dengan total kekayaan sebesar $24 miliar.


Wanted Poster Pablo Escobar

Pemerintah AS berupaya mengektradisi Escobar yang memicu perang antara pemerintah Kolumbia dengan Cesar Gaviria trujillo antara tahun 1988-1991. Upaya ekstradisinya oleh pemerintah AS dibantu oleh politikus liberal Juan Carlos Galan membuat Escobar seperti kesetanan, ia dan Medellin Cartel menyatakan perang kepada Kolumbia dengan membunuh banyak pejabat tinggi negara Kolumbia yaitu; Jaksa Agung, Gubernur Propinsi dan kepala Polisi Antioquia, Calon Presiden, termasuk Juan Carlos Galan dan seorang Menteri Kehakiman. Escobar juga turut membom El Espectador dan kantor-kantor surat kabar terkemuka, Vanguardia Liberal, meledakkan pesawat Avianca 203 ketika sedang mengudara dengan korban tewas 110 orang, membunuh pengganti Galan yaitu Cesar Gaviria trujillo, kepala intelijen, 50 penduduk sipil dan meratakan beberapa kota.

Teror tersebut memaksa pemerintah Kolumbia dan AS putar membatalkan ekstradisi Escobar dengan penawaran baru yaitu jika ia mau penjara selama 5 tahun, namanya juga Escobar dia membangun La Catedral “penjara” khusus hanya untuk dirinya yang dinamakan “club Medellin” dimana ia dapat menjalankan bisnis kokainnya dengan fasilitas super mewah dilengkapi dengan lapangan bola, bar, jacuzzi dan air terjun. Escobar juga memiliki sebuah teleskop canggih yang memudahkan ia untuk melihat anak dan istrinya di kota Medellin.


The Club Medellin

THIS IS THE END

Pada bulan Juli 1992 pemerintah AS mengetahui bahwa ia tetap menjalankan bisnisnya dari LA Catedral dan menginginkan untuk memindahkan Escobar ke penjara khusus. Ia juga membunuh 4 petinggi Cali Cartel dipenjaranya. Kemarahan publik termasuk anggota Cartel lain memaksa pemerintah Kolumbia dan AS untuk segera bertindak, namun ia melarikan diri sebelum tentara memindahkan ke penjara khusus. Sekarang Escobar menjadi “enemy of the state” dikejar oleh seluruh Polisi, angkatan bersenjata Kolumbia dengan bantuan CIA, angkatan Darat AS, Delta Force dan Navy Seal AS, seluruh anggota Cali Cartel dan Los Pepes (kumpulan orang-orang yang dianiaya oleh Escobar, yang bertujuan untuk balas dendam).

Singkatnya seluruh dunia ingin Escobar mati. Tanpa adanya perlindungan hukum dari Kolumbia, Cali Cartel dan Los Pepes menyerang, mengintimidasi keluarga, saudara, teman-teman dan keuangannya, membunuh kurang lebih 300 kerabat dan rekan bisnisnya. Puncaknya pada tanggal 2 Desember 1993 polisi Kolumbia berhasil menangkap pembicaraan Escobar dengan anaknya yang mengarah ke persembunyian Escobar di sebuah apartemen di Medellin (rumah tante Escobar). Hanya berkisar 55 menit setelah pembicaraan Escobar dengan anaknya apartemen tersebut sudah dikepung oleh Polisi, dipimpin langsung oleh Kolonel Hugo Martinez kepala unit pengejaran Escobar. Don Pablo Escobar mengakhiri hidupnya diatas genteng setelah dihujani tembakan dari bawah oleh Polisi.

Sampai akhir hayatnya, ia bertanggung jawab atas pembunuhan setidaknya 40 hakim, 200 jaksa, 1000 polisi dan 3500 warga sipil. Beberapa sumber menyebutkan lebih dari 60.000 orang menjadi korbannya.

GALERI FOTO KELUARGA DAN KERABAT


Bersama anak dan istri menikmati pertandingan sepak bola


Bersama Sebastian Marroquin, anak pertamanya


Bersama kerabat di penjara mewahnya The Club Medellin

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Juni 2013 in CERITA DUNIA

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Legenda Hera, Dewi dalam Mitologi Yunani…

Hera (bahasa Yunani: Ἥρα atau Ἥρη) adalah dewi pernikahan adalah dalam mitologi Yunani. Hera merupakan kakak perempuan sekaligus istri Zeus. Hera adalah anak dari Kronos dan Rea dan merupakan salah satu dari 12 Dewa Olimpus. Dalam mitologi Romawi, Hera dihubungkan dengan Juno. Sapi dan merak adalah hewan yang dikeramatkan untuknya. Ia digambarkan sebagai dewi yang penuh keagungan dan penuh hikmat. Hera sering ditahtakan dan dimahkotai dengan polos (mahkota berbentuk lingkaran yang hanya dikenakan oleh beberapa dewi besar).

Hera dikenal atas sifatnya yang pencemburu dan pendendam, terutama pada selingkuhan dan anak-anak Zeus. Hera juga pernah murka pada Pelias karena melakukan pembunuhan di kuil Hera, dan pada Paris yang tidak memilih Hera sebagai dewi tercantik melainkan memilih Afrodit sebagai yang tercantik.

Kuil Hera di Paestum.

Hera kemungkinan adalah dewi pertama yang didedikasikan dengan altar dalam ruangan yaitu di Samos sekitar 800 SM (altar Yunani biasanya ada di depan kuil di tempat terbuka). Kuil jenis ini kemudian diganti dengan Heraion, salah satu kuil terbesar di Yunani. banyak kuil yang dibangun di sana sehingga tanggal pastinya menjadi tidak jelas. Diketahui bahwa kuilyang dibangun oleh para pengukir dan arsitek Rhoikos hancur antara 570- 60 SM. Kuil ini lalu digantikan oleh kuil Polikrates antara 540-530 SM. Di salah satu kuil dapat terlihat adanya 155 tiang. Tidak adanya genteng pada kuil ini membuat dugaan apakah kuil ini tidak terselesaikan ataukah memang sengaja dibuat terbuka.

Penggalian di Samos menunjukkan adanya persembahan untuk Hera, banyak di antaranya berasal dari akhir abad ke-8 dan ke-7 SM. Selain itu, banyak persembahan yang datang dari Armenia, Babilonia, Iran, Assyria, dan Mesir, yang menunjukkan bahwa Hera bukan hanya dewi lokal tapi sudah dikenal ke berbagai wilayah di sekitarnya. Hera juga memiliki salah satu kuil terawal di Olympia dan dua kuil (dari abad ke-5 dan ke-6) di Paestum.

Meskipun kuil terawal dan terbesar untuk Hera adalah kuil Heraion di Samos, namun di daratan Yunani Hera dikenal sebagai Hera Argeia (Hera dari Argos) di kuilnya yang terletak antara kota Argos dan Mikenai,tempat digelar festival untuk Hera yang disebut Heraia. Dalam buku iv Iliad, Hera menyebutkan bahwa tiga kota favoritnya adalah Argos, Sparta, dan Mikenai.

Ada kuil untuk Hera di Olympia, Korintus, Tiryns, Perakhora dan pulau suci Delos. Di Yunani Besar, dua kuil Doria untuk Hera dibangun di Paestum, sekitar 550 SM dan 450 SM. Salah satu dari kuil itu pernah disebut Kuil Poseidon sebelum diketahui bahwa itu sebenarnya merupakan kuil Hera. Di Euboea setiap enam tahun sekali digelar festival Daidala Besar untuk memuja Hera.

Pemujaan awal Hera

Pemujaan Hera pada masa kuno awal ditandai dengan dua proyek bangunan besar untuk memujanya. Dua kuil Hera di dua pusat pemujaaannya, yaitu kuil Heraion dari Samos dan kuil Heraion dari Argos di Argolid, merupakan salah satu kuil Yunani terawal yang dibangun, pada abad ke-8. Dalam Himne Homer untuk Apollo Pithia, monster Tifon disebut sebagai keturunan Hera dalam wujud Minoanya. Hera diceritakan melahirkan Tifon sendirian di gua di Sisilia. Hera lalu memberikan makhluk itu pada Gaia untuk dibesarkan.

Di Olympia, patung Hera dalam posisi duduk adalah lebih tinggi dari pada patung Zeus yang menemaninya. Homer menceritakan hubungan Hera dengan Zeus secara halus dalam Iliad. Di sana disebutkan bahwa Hera berkata pada Zeus, “Aku adalah putri tertua Kronos, dan aku terhormat tidak hanya di atas bumi ini, tetapi juga karena aku adalah istrimu, dan kau adalah raja para dewa.”

Dalam versi akhir mitosnya, Hera muncul sebagai dewi yang banyak menghukum para wanita selingkuhan Zeus, karena Hera menjunjung tinggi semua aturan lama masyarakat Yunani serta martabatnya sebagai istri

Sebagai dewi matriarki

Ada suatu pendapat yang dicetuskan oleh Johann Jakob Bachofen pada pertengahan abad ke-19, tentang kemungkinan bahwa Hera pada awalnya merupakan dewi orang-orang matriarki, yang diduga menghuni Yunani sebelum orang-orang Yunani kuno. Menurut pendapat ini, pemujaannya sebagai dewi pernikahan membentuk ikatan patriarki dari bawahannya sendiri: perlawanannya pada perselingkuhan Zeus diterjemahkan sebagai “kecemburuan” Hera”, dan pada akhirnya melemahkan pemujaannya yang lebih kuno sebagai dewi matriarki.

Namun ada sangahan terhadap teori tersebut, yakni adanya fakta statistik bahwa matriarki yang ketat (suatu masyarakat yang dipimpin oleh perempuan) tidak ditemukan dalam budaya kuno maupun modern.

Pemujaan Hera muda

Hera dikenal sebagai dewi matron, Hera Teleia; namun dia juga dewi yang melindungi pernikahan. Dalam mitos dan pemujaannya, berbagai referensi dan pemujaan kuno memperlihatkan pernikahan suci Hera dan Zeus, dan di Plataia, ada patung Hera sebagai pengantin dalam posisi duduk, dipahat oleh Kalimakhos, selain juga patung Hera sebagai matron dalam posisi berdiri.

Hera juga pernah disembah sebagai perawan: Ada sebuah tradisi di Stimfalia, Arkadia, bahwa ada tiga altar untuk Hera, antara lain untuk Hera sang Perawan, sang Matron, dan sang Terpisah (Χήρη [Chḗrē], Janda atau Bercerai). Di daerah sekitar Argos, kuil Hera di Hermione dekat Argos adalah untuk Hera sang Perawan; di mata air Kanathos, dekat Nauplia, Hera memperbarui keperawanannya setiap tahun dalam sebuah ritual yan tidak boleh diucapkan (arrheton).

Atribut

Kereta Hera ditarik oleh burung merak, yang baru dikenal oleh orang Yunani setelah penaklukan Aleksander yang Agung. Guru Aleksander, Aristoteles, menyebutnya “burung Persia.” Motif merak dibangkitkan lagi pada masa Renaisans oleh para pelukis Eropa. Sementara pada masa yang lebih kuno, burung yang diasosiasikan dengan Hera adalah burung tekukur. Burung ini muncul dalam kisah pemerkosaan Hera oleh Zeus.

Atribut Hera yang lainnya adalah sapi. Sebagai dewi sapi, dia terutama disembah di Euboea, yang kaya akan sapi. Salah satu julukan Hera adalah Boôpis, yang ditrjemahkan sebagai “bermata sapi”.

Buah delima, simbol dewi besar pada masa kuno, tetap menjadi simbol untuk Hera: banyak dari persembahan delima dan opium yang ditemukan di Samos terbuat dari gading, yang bertahan lebih lama daripada yang dari kayu, meskipun yang berbahan kayu lebih umum. Seperti dewi-dewi lainnya, Hera juga mengenakan mahkota dan kerudung.

Julukan

Berikut ini adalah beberapa julukan dan gelar Hera:
Αἰγοφάγος (Aigophágos) ‘Pemakan kambing’ (di antara orang Lakadaimos)
Ἀκραῖα (Akráia) ‘Yang berderajat tinggi’
Ἀργεία (Argéia) ‘Dari Argos’
Βασίλεια (Basíleia) ‘Ratu’
Βουναία (Bounáia) ‘Dari gundukan tanah’ (di Korintus)
Βοῶπις (Boṓpis) ‘Bermata sapi’ atau ‘Berwajah sapi’
Λευκώλενος (Leukṓlenos) ‘Berlengan putih’
Παῖς (Pais) ‘Anak’ (sebagai dewi perawan)
Παρθένος (Parthénos) ‘perawan’
Τελεία (Teléia) (sebagai dewi pernikahan)
Χήρη (Chḗrē) ‘Janda’

Hera Dalam Mitologi

Hera dan Zeus

Zeus adalah adik Hera. Zeus menyukai Hera tetapi Hera selalu menolaknya, karena itu Zeus menggunakan tipu muslihat untuk mendapatkan Hera. Zeus mengubah dirinya menjadi burung tekukur. Ketika Hera melihat burung tersebut, dia mendekatkan burung tersebut ke payudaranya, saat itulah Zeus berubah kembali dan memperkosa Hera. Untuk menutupi rasa malunya, Hera pun menikahi Zeus. Sejak saat itu Hera menjadi ratu para dewa.

Zeus senang berselingkuh, dan Hera sangat marah terhadap perempuan yang menjadi wanita selingkuhan Zeus. Hera memusuhi wanita-wanita tersebut termasuk juga anak-anak mereka.

Anak-anak Hera

Keturunan Hera dengan Zeus antara lain, Ares (dewa perang), Hebe (dewi masa muda), Eris (dewi perselisihan), dan Eileithiia (dewi kelahiran). Karena Hera iri dengan Zeus yang melahirkan Athena sendirian, maka Hera juga melahirkan Hefaistos tanpa suami. Sementara versi lain mengatakan bahwa Hefaistos adalah anak dari Hera dan Zeus, dan karena Hera dan Zeus merasa jijik dengan Hefaistos yang buruk rupa, maka ia dibuang dari gunung Olimpus.

Hefaistos kemudian merencanakan balas dendam pada Hera dengan membuat sebuah singgasana, ketika Hera duduk di singgasana tersebut Hera langsung terjebak dan tidak bisa melepaskan diri. Para dewa yang lain memohon pada Hefaistos untuk kembali ke Olimpus namun Hefaistos menolak. Dionisos berhasil membuat Hefaistos mabuk dan membawanya ke Olimpus dengan bagal. Hefaistos akhirnya melepaskan Hera setelah dinikahkan dengan Afrodit.

Musuh-musuh Hera

Herakles

Hera adalah ibu tiri dan musuh Herakles. Ketika Alkmene, ibu Herakles, sedang melahirkan Herakles, Hera berusaha mencegah kelahiran tersebut dengan menugaskan Eillithiia (dewi kelahiran). Tetapi berkat kecerdikan Galanthis, pembantu Alkmene, Herakles tetap bisa lahir.

Hera menyusui Herakles, lukisan vas dari tahun 360-350 SM.

Semasa Herakles masih bayi, Hera mengirim dua ekor ular untuk membunuhnya namun Herakles mencekik kedua ular tersebut sampai mati. Dalam suatu cerita, Zeus berhasil mengelabui Hera untuk menyusui Herakles. Ketika Hera sadar siapa yang disusuinya, dia langsung melempar bayi tersebut dan air susu Hera muncrat membentuk galaksi Bima Sakti (milky way).

Ketika Herakles dewasa, Hera (dengan berkedok orakel Delfi) menyuruh Herakles untuk mengabdi pada raja Euristheus. Hera selalu berusaha membuat tugas Herakles menjadi lebih sulit.

Ketika Herakles melawan Hidra, Hera mengirim kepiting untuk menggigit kaki Herakles. Ketika Herakles sedang mengambil ternak Gerion, dia memanah dada kanan Hera, luka akibat panah tersebut tidak pernah hilang. Akibat perbuatannya itu, Hera mengirim serangga untuk menggigit ternak Geryon sehingga ternak-ternak tersebut berlarian. Hera juga mebuat sungai banjir sehingga Herakles mengalami kesuiltan untuk lewat. Herakles pada akhirnya berhasil membawa ternak tersebut pada Euristheus. Euristheus lalu mempersembahkan ternak tersebut untuk Hera.

Euristheus juga mengorbangkan banteng Kreta untuk Hera namun sang dewi menolak pengorbanan tersebut karena melambangkan kehebatan Herakles. Banteng tersebut dibebaskan kembali dan mengembara di daerah Marathon sehingga dikenal sebagai Banteng Marathon.

Dalam Gigantomakhia, Gigant Porfirion berusaha memperkosa Hera namun Herakles datang dan menyelamatkan sang dewi. Setelah kejadian tersebut, Hera tidak lagi memusuhi Herkles, Hera bahkan menikahkan Herakles dengan anaknya, Hebe.

Ekho

Ada seorang nimfa bernama Ekho yang terus-menerus mengalihkan perhatian Hera dari perselingkuhan Zeus. Suatu hari Hera sadar dan menghukum Ekho atas perbuatannya. Hera mengutuknya sehingga Ekho hanya bisa mengulangi ucapan orang lain.

Leto

Ketika Hera mengetahui bahwa Leto hamil oleh Zeus, dia lalu melarang bumi untuk menerima persalinan Leto sehingga Leto kesulitan mencari tempat untuk melahirkan. Leto akhirnya bisa melahirkan di Delos, pulau terapung yang tidak terhubung dengan bumi. Hera juga menculik Eileithyia, dewi kelahiran, supaya Leto tidak bisa melahirkan anaknya. Para dewa lain kemudian memaksa Hera sampai Hera bersedia melepaskan EiIlithyia. Setelah Leto melahirkan anak-anaknya, Hera mengirim drakon Pithon untuk menyerang Leto, tetapi naga tersebut dibinasakan oleh Apollo.

Die Geburt des Apollo und der Diana oleh Marcantonio Franceschini, menggambarkan Leto yang baru saja melahirkan Artemis dan Apollo sementara di bagian atas ada Hera bersama meraknya.

Semele dan Dionisos.

Ketika Hera tahu bahwa Semele, anak Kadmos raja Thebes, hamil oleh Zeus, Hera menyamar menjadi pembantu Semele dan membujuknya untuk meminta Zeus menunjukkan wujud aslinya. Semele termakan bujukan Hera dan meminta Zeus memerlihatkan wujud aslinya. Zeus ingin menolak tetapi dia telah bersumpah di sungai Stiks untuk mengabulkan apapun keinginan Semele. Zeus pun menunjukkan wujud aslinya dan Semele mati terbakar ketika melihatnya. Zeus kemudian mengambil bayi Semele dan memasukannya ke dalam pahanya. Dan di kemudian hari bayi tersebut lahir sebagai dewa Dionisos. Dalam versi lain, Dionisos adalah anak Zeus dengan Demeter atau Persefone. Hera mengirim para Titan untuk mengoyak-ngoyak Dionisos. Zeus (atau mungkin Athena/Rea/Demeter) hanya berhasil menyelamatkan jantung Dionisos dan memasukkannya ke rahim Semele sehingga Semele mengandung Dionisos.

Io

Hera hampir memergoki perselingkuhan Zeus dengan seorang wanita bernama Io. Tetapi Zeus mengubah Io menjadi seekor sapi sebelum ketahuan oleh Hera. Hera yang curiga kemudian meminta sapi tersebut sebagai hadiah.

Setelah Io diberikan pada Hera, ia dijaga oleh Argus Panoptes, raksasa bermata seratus, karena Hera ingin memisahkan Io dari Zeus. Zeus mengirim Hermes untuk membunuh Argus Panoptes dan membebaskan Io. Setelah Argus meninggal, Hera mengambil semua mata Argus dan memasangnya pada burung kesayangannya, merak. Hera juga mengirim serangga untuk terus-menerus menyengat Io yang berusaha kabur ke berbagai tempat di bumi. Akhirnya Io sampai di Mesir, tempat ia dijadikan manusia kembali dan menjadi pendeta salah satu dewa Mesir, Isis.

Lamia.

Lamia adalah seorang ratu di Libya, yang dicintai oleh Zeus. Zeus telah berkali-kali bercinta dengan Lamia. Hera yang cemburu kemudian membunuh setiap anak yang dilahirkan oleh Lamia. Terus-menerus kehilangan anak, Lamia akhirnya menjadi gila dan mulai memakan anak-anak orang lain. Lama-kelamaan, Lamia benar-benar berubah menjadi monsster pemakan anak.

Gerana.

Gerana adalah ratu Pigmi yang menyombongkan diri dengan mengatakan bahwa dia lebih cantik dari Hera. Dewi Hera yang marah mengubah Gerana menjadi burung bangau dan menyatakan bahwa anak-anaknya akan memicu perang abadi dalam bangsa Pigmi.

Kisah lain

Kidippe.

Kidippe, seorang pendeta wanita Hera, menyiapkan festival untuk Hera. Lembu yang biasa digunakan untuk menarik kereta dalam festival tersebut datang terlambat dan akhirnya kedua putra Kidippe, Biton dan Kleobis, menggantikan lembu menarik kereta sejauh 45 stadia (8 kilometer). Kidippe terkesan dengan pengabdian putra-putranya dan meminta Hera untuk memberi anugerah atas pengabdian tersebut. Hera lalu menyatakan bahwa mereka akan mati ketika sedang tidur.

Tiresias.

Zeus dan Hera berdebat mengenai siapa yang lebih menikmati hubungan seksual, Zeus mengklaim perempuan sedangkan Hera berpendapat bahwa laki-laki lebih mendapat kenikmatan. Mereka kemudian bertanya pada Teiresias, seorang pria yang secara ajaib pernah menjadi perempuan. Teiresias setuju dengan pendapat Zeus, akibatnya Hera membutakannya. Zeus tidak bisa membalikkan kutukan Hera sehingga Zeus memberi Teiresias kemampuan meramal sebagai ganti atas kebutaannya.

Perang Troya.

Dalam Perang Troya, Diomedes bertarung dengan Hektor dan melihat Ares membantu pasukan Troya. Diomedes menyuruh pasukannya mundur perlahan. Hera lalu meminta izin Zeus untuk mengeluarkan Ares dari medan pertempuran. Zeus setuju dan Hera menyuruh Diomedes untuk melempar Ares dengan tombak. Dengan bantuan Athena, tombak tersebut mampu melukai Ares sampai-sampai sang dewa perang menjerit kesakitan.

Kemarahan Hera.

Hera membenci Pelias karena Pelias telah menodai kuil Hera dengan melakukan pembunuhan terhadap Sidero, nenek tirinya, di dalamnya. Hera kemudian menyuruh Iason dan Medeia untuk membunuh Pelias.

Di Trakia, Hera dan Zeus mengubah raja Haemus dan ratu Rhodope menjadi pegunungan di Balkan karena berani menyamakan diri dengan para dewa.

 

Tag:

Buaya Perompak Nan Jahat… ( Cerita Rakyat Dari Daerah Lampung )

Buaya Perompak adalah seekor buaya jadi-jadian yang dulu pernah menghuni Sungai Tulang Bawang, Provinsi Lampung, Indonesia. Buaya jadi-jadian ini terkenal sangat ganas. Konon, sudah banyak manusia yang menjadi korban keganasan buaya itu. Pada suatu hari, seorang gadis rupawan yang bernama Aminah tiba-tiba hilang saat sedang mencuci di tepi Sungai Tulang Bawang. Benarkah Buaya itu yang menculik Aminah? Lalu bagaimana dengan nasib Aminah selanjutnya? Ikuti kisahnya dalam cerita Buaya Perompak berikut ini!

Alkisah, Sungai Tulang Bawang sangat terkenal dengan keganasan buayanya. Setiap nelayan yang melewati sungai itu harus selalu berhati-hati. Begitupula penduduk yang sering mandi dan mencuci di tepi sungai itu. Menurut cerita, sudah banyak manusia yang hilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak sama sekali.

Pada suatu hari, kejadian yang mengerikan itu terulang kembali. Seorang gadis cantik yang bernama Aminah tiba-tiba hilang saat sedang mencuci di tepi sungai itu. Anehnya, walaupun warga sudah berhari-hari mencarinya dengan menyusuri tepi sungai, tapi tidak juga menemukannya. Gadis itu hilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Sepertinya ia sirna bagaikan ditelan bumi. Warga pun berhenti melakukan pencarian, karena menganggap bahwa Aminah telah mati dimakan buaya.

Sementara itu, di sebuah tempat di dasar sungai tampak seorang gadis tergolek lemas. Ia adalah si Aminah. Ia baru saja tersadar dari pingsannya.

“Ayah, Ibu, aku ada di mana? gumam Aminah setengah sadar memanggil kedua orangtuanya.

Dengan sekuat tenaga, Aminah bangkit dari tidurnya. Betapa terkejutnya ia ketika menyadari bahwa dirinya berada dalam sebuah gua. Yang lebih mengejutkannya lagi, ketika ia melihat dinding-dinding gua itu dipenuhi oleh harta benda yang tak ternilai harganya. Ada permata, emas, intan, maupun pakaian indah-indah yang memancarkan sinar berkilauan diterpa cahaya obor yang menempel di dinding-dinding gua.

“Wah, sungguh banyak perhiasan di tempat ini. Tapi, milik siapa ya?” tanya Aminah dalam hati.

Baru saja Aminah mengungkapkan rasa kagumnya, tiba-tiba terdengar sebuah suara lelaki menggema.

“Hai, Gadis rupawan! Tidak usah takut. Benda-benda ini adalah milikku.”

Alangkah terkejutnya Aminah, tak jauh dari tempatnya duduk terlihat samar-samar seekor buaya besar merangkak di sudut gua.

“Anda siapa? Wujud anda buaya, tapi kenapa bisa berbicara seperti manusia?” tanya Aminah dengan perasaan takut.

“Tenang, Gadis cantik! Wujudku memang buaya, tapi sebenarnya aku adalah manusia seperti kamu. Wujudku dapat berubah menjadi manusia ketika purnama tiba.,” kata Buaya itu.

“Kenapa wujudmu berubah menjadi buaya?” tanya Aminah ingin tahu.

“Dulu, aku terkena kutukan karena perbuatanku yang sangat jahat. Namaku dulu adalah Somad, perampok ulung di Sungai Tulang Bawang. Aku selalu merampas harta benda setiap saudagar yang berlayar di sungai ini. Semua hasil rampokanku kusimpan dalam gua ini,” jelas Buaya itu.

“Lalu, bagaimana jika Anda lapar? Dari mana Anda memperoleh makanan?” tanya Aminah.

“Kalau aku butuh makanan, harta itu aku jual sedikit di pasar desa di tepi Sungai Tulang Bawang saat bulan purnama tiba. Tidak seorang penduduk pun yang tahu bahwa aku adalah buaya jadi-jadian. Mereka juga tidak tahu kalau aku telah membangun terowongan di balik gua ini. Terowongan itu menghubungkan gua ini dengan desa tersebut,” ungkap Buaya itu.

Tanpa disadarinya, Buaya Perompak itu telah membuka rahasia gua tempat kediamannya. Hal itu tidak disia-siakan oleh Aminah. Secara seksama, ia telah menyimak dan selalu akan mengingat semua keterangan yang berharga itu, agar suatu saat kelak ia bisa melarikan diri dari gua itu.

“Hai, Gadis Cantik! Siapa namamu?” tanya Buaya itu.

“Namaku Aminah. Aku tinggal di sebuah dusun di tepi Sungai Tulang Bawang,” jawab Aminah.

“Wahai, Buaya! Bolehkah aku bertanya kepadamu?” tanya Aminah

“Ada apa gerangan, Aminah? Katakanlah!” jawab Buaya itu.

“Mengapa Anda menculikku dan tidak memakanku sekalian?” tanya Aminah heran.

“Ketahuilah, Aminah! Aku membawamu ke tempat ini dan tidak memangsamu, karena aku suka kepadamu. Kamu adalah gadis cantik nan rupawan dan lemah lembut. Maukah Engkau tinggal bersamaku di dalam gua ini?” tanya Buaya itu.

Mendengar pertanyaan buaya itu, Aminah jadi gugup. Sejenak, ia terdiam dan termenung.

“Ma… maaf, Buaya! Aku tidak bisa tinggal bersamamu. Orangtuaku pasti akan mencariku,” jawab Aminah menolak.

Agar Aminah mau tinggal bersamanya, buaya itu berjanji akan memberinya hadiah perhiasan.

“Jika Engkau bersedia tinggal bersamaku, aku akan memberikan semua harta benda yang ada di dalam gua ini. Akan tetapi, jika kamu menolak, maka aku akan memangsamu,” ancam Buaya itu.

Aminah terkejut mendengar ancaman Buaya itu. Namun, hal itu tidak membuatnya putus asa. Sejenak ia berpikir mencari jalan agar dirinya bisa selamat dari terkaman Buaya itu.

“Baiklah, Buaya! Aku bersedia untuk tinggal bersamamu di sini,” jawab Aminah setuju.

Rupanya, Aminah menerima permintaan Buaya itu agar terhindar dari acamana Buaya itu, di samping sambil menunggu waktu yang tepat agar bisa melarikan diri dari gua itu.

Akhirnya, Aminah pun tinggal bersama Buaya Perompak itu di dalam gua. Setiap hari Buaya itu memberinya perhiasan yang indah dan mewah. Tubuhnya yang molek ditutupi oleh pakaian yang terbuat dari kain sutra. Tangan dan lehernya dipenuhi oleh perhiasan emas yang berpermata intan.

Pada suatu hari, Buaya Perompak itu sedikit lengah. Ia tertidur pulas dan meninggalkan pintu gua dalam keadaan terbuka. Melihat keadaan itu, Aminah pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.

“Wah, ini kesempatan baik untuk keluar dari sini,” kata Aminah dalam hati.

Untungnya Aminah sempat merekam dalam pikirannya tentang cerita Buaya itu bahwa ada sebuah terowongan yang menghubungkan gua itu dengan sebuah desa di tepi Sungai Tulang Bawang. Dengan sangat hati-hati, Aminah pun keluar sambil berjingkat-jingkat. Ia sudah tidak sempat berpikir untuk membawa harta benda milik sang Buaya, kecuali pakaian dan perhiasan yang masih melekat di tubuhnya.

Setelah beberapa saat mencari, Aminah pun menemukan sebuah terowongan yang sempit di balik gua itu dan segera menelusurinya. Tidak lama kemudian, tak jauh dari depannya terlihat sinar matahari memancar masuk ke dalam terowongan. Hal itu menandakan bahwa sebentar lagi ia akan sampai di mulut terowongan. Dengan perasaan was-was, ia terus menelusuri terowongan itu dan sesekali menoleh ke belakang, karena khawatir Buaya Perompak itu terbangun dan membututinya. Ketika ia sampai di mulut terowongan, terlihatlah di depannya sebuah hutan lebat. Alangkah senangnya hati Aminah, karena selamat dari ancaman Buaya Perompak itu.

“Terima kasih Tuhan, aku telah selamat dari ancaman Buaya Perompak itu,” Aminah berucap syukur.

Setelah itu, Aminah segera menyusuri hutan yang lebat itu. Setelah beberapa jauh berjalan, ia bertemu dengan seorang penduduk desa yang sedang mencari rotan.

“Hai, Anak Gadis! Kamu siapa? Kenapa berada di tengah hutan ini seorang diri?” tanya penduduk desa itu.

“Aku Aminah, Tuan!” jawab Aminah.

Setelah itu, Aminah pun menceritakan semua peristiwa yang dialaminya hingga ia berada di hutan itu. Oleh karena merasa iba, penduduk desa itu pun mengantar Aminah pulang ke kampung halamannya. Sesampai di rumahnya, Aminah pun memberikan penduduk desa itu hadiah sebagian perhiasan yang melekat di tubuhnya sebagai ucapan terima kasih.

Akhirnya, Aminah pun selamat kembali ke kampung halamannya. Seluruh penduduk di kampungnya menyambutnya dengan gembira. Ia pun menceritakan semua kejadian yang telah menimpanya kepada kedua orangtuanya dan seluruh warga di kampungnya. Sejak itu, warga pun semakin berhati-hati untuk mandi dan mencuci di tepi Sungai Tulang Bawang.

Demikian cerita Buaya Perompak dari darah Tulang Bawang, Lampung, Indonesia. Cerita di atas termasuk kategori dongeng yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya ada dua pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas yaitu, keutamaan sifat tidak mudah putus asa dan keburukan sifat suka merampas hak milik orang lain.

Pertama, keutamaan sifat tidak mudah putus asa. Sifat ini ditunjukkan oleh sikap dan perilaku Aminah yang tidak mudah putus asa menghadapi ancaman Buaya Perompak. Dengan kecerdikannya, ia pun berhasil mengelabui Buaya Perompak itu dan berhasil menyelamatkan diri. Dari hal ini dapat dipetik sebuah pelajaran bahwa sifat tidak mudah putus asa dapat melahirkan pikiran-pikiran yang jernih.

Kedua, keburukan sifat suka merampas hak milik orang lain. Sifat ini ditunjukkan oleh sikap dan perilaku Somad (perompak) yang senantiasa merampas harta benda setiap penduduk yang melewati Sungai Tulang Bawang. Akibat perbuatan jahatnya tersebut, ia pun terkena kutukan menjadi seekor buaya. Dalam kehidupan orang Melayu, merampas hak milik orang lain merupakan perbuatan keji dan sangat dipantangkan. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:

siapa merampas hak milik orang, azabnya keras bukan kepalang.

siapa mengambil hak milik orang, Tuhan murka orang pun perang.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Agustus 2012 in CERITA RAKYAT

 

Tag: , , , , , , ,

Pohon Silsilah Dewa-Dewi dalam Mitologi Yunani…

Zeus

Zeus (bahasa Yunani: Ζεύς atau Dias Δίας), adalah nama seorang dewa Yunani kuno. Dewa ini juga dikenal di Roma kuno dan India kuno. Dalam bahasa Latin disebut Iopiter sedangkan dalam bahasa Sansekerta disebut Dyaus-pita.

Dalam mitologi, Zeus adalah raja bagi segala dewa-dewi di Olimpus. Ia menikah dengan adik perempuannya, Hera yang menjadi Dewi Penikahan. Zeus membagi dunia menjadi tiga dan membagi dunia-dunia tersebut dengan kedua saudaranya, Poseidon yang menjadi Dewa Penguasa Lautan, dan Hades yang menjadi Dewa Penguasa Alam Kematian.

Hera

Hera (bahasa Yunani: Ἥρα atau Ἥρη) dikenal sebagai istri dan saudara perempuan dari Zeus. Hera adalah dewi pernikahan. Ia digambarkan sebagai dewi yang penuh keagungan dan penuh hikmat. Sering ditahtakan dan dimahkotai dengan polos (mahkota berbentuk silinder tinggi), yang hanya dikenakan oleh beberapa dewi-dewi besar.

Poseidon

Dalam mitologi Yunani, Poseidon (bahasa Yunani: Ποσειδῶν) dikenal sebagai dewa penguasa laut,sungai,dan danau. Poseidon memiliki senjata berupa trident yang bisa menyebabkan banjir dan gempa bumi. Poseidon juga memiliki kendaraan yang ditarik oleh Hippopocamus (makhluk setengah kuda setengah ikan). Poseidon beristrikan Amphitrite dan memiliki anak bernama Triton. Posidon juga adalah dewa yang menciptakan kuda dalam upayanya merayu Demeter.

Hestia

Hestia adalah salah satu dari tiga dewi besar pada generasi pertama Olimpia: Hestia, Demeter dan Hera. Dia digambarkan baik sebagai yang tertua maupun yang termuda dari ketiga putri Rhea dan Kronos, saudari dari ketiga saudara Zeus, Poseidon, dan Hades. Pada awalnya ia tercatat sebagai 12 Dewa Olimpus,namun Hestia menyerahkan posisinya pada pendatang baru Dionisus, untuk menjaga api suci di gunung Olimpus. Setiap tungku perapian keluarga adalah tempat pemujaannya.

Dari semua dewa dewi Olimpia, Hestia adalah yang paling sedikit dieksploitasi “dikarenakan tungku perapian tidak bisa dipindah-pindah/dibawa-bawa”, Hestia tidak dapat berperan bahkan dalam prosesi para dewa dewi, terkadang ini digambarkan sebagai sikap pasif, dan kepribadian yang non konfrontasional (menurut Walter Burkert). Kepribadian ini digambarkan pada sikapnya yang merelakan kedudukannya pada 12 Dewa Olimpus untuk menghindari konflik.

Dia disebut sebagai kelahiran pertama dari Rhea dan Kronos.Segera setelah kelahiran mereka, Kronos menelan Hestia dan saudara-saudaranya kecuali si bungsu Zeus, yang pada akhirnya menyelamatkan mereka dan memimpin mereka berperang melawan Kronos dan para Raksasa yang lain. Hestia, si putri sulung “menjadi anak yang terakhir, karena dia yang pertama ditelan ayahnya dan yang terakhir diselamatkan ” (Kereny 1951:91)

Hades

Hades (dari kata Yunani ᾍδης, Hadēs, atau Ἅιδης, Háidēs) adalah dewa kematian atau dewa neraka dalam Mitologi Yunani. Hades juga dikenal dengan nama Pluto (Πλούτων, Plouton) dalam Mitologi Romawi. Karakter Hades sering digambarkan bersama anjing berkepala tiga bernama Cerberus di dunia bawah tanah (neraka).

Di dalam kekristenan kata Hades dipakai untuk menterjemahkan kata Sheol, שאול (Sh’ol) dalam bahasa Ibrani, yang artinya alam kubur manusia atau “dunia di bawah”. Bahasa Indonesia menerjemahkan kata Hades yang berarti alam kubur tersebut dengan kata neraka, diambil dari bahasa Sanskerta, dengan arti yang sama.

Demeter

Demeter dalam mitologi Yunani merupakan sebutan untuk dewi kesuburan. Konon, Demeter merupakan putri dari Kronos dan Rhea yang sewaktu bayi sempat ditelan bulat-bulat oleh Kronos karena sifat paranoid ayahnya. Keunikan dari Demeter adalah kecintaannya dalam mengajari manusia bercocok tanam sehingga manusia meninggalkan cara hidup berburu dan meramunya menjadi bercocok tanam. Di rambut Demeter terdapat jalinan dari bulir-bulir padi yang menunjukkan identitasnya sebagai dewi kesuburan.

Demeter memiliki seorang anak bernama Persefone yang menjadi istri dari Hades. Konon, kisah Persefone ini merupakan asal mula timbulnya empat musim. Saat Persefone pergi bersama Hades di mana tidak terdapat sinar matahari, saat itulah terjadinya musim dingin. Dan ketika Persefone pergi bertemu Demeter sekali setahun, saat itulah tiba musim semi.

Ada beberapa kisah tentang Demeter yang mengajarkan tentang moral yang baik, salah satunya adalah kisah Erisikton yang dikutuk untuk menjadi lapar sampai mati.

Artemis

Artemis merupakan putri dari raja para dewa, Zeus, serta istrinya Leto. Artemis mempunyai saudara kembar iaitu Apollo. Waktu itu Leto harus melahirkan di pulau yang belum pernah disentuh oleh matahari sebab dikutuk oleh Hera, yang murka kepada Zeus. Zeus kemudian berbaik hati dengan mengangkat sebuah pulau dari dasar laut yang belum disentuh sinar matahari, Ortygia. Leto pun melahirkan di pulau tersebut. Artemis lahir pertama pada bulan keenam. Ia lalu membantu ibunya melahirkan Apollo, yang lahir pada bulan ketujuh. Mungkin oleh sebab inilah Artemis disebut juga sebagai dewi kelahiran.

Apollo

Apollo (bahasa Yunani: Απόλλων, Apóllōn; atau Απελλων, Apellōn) adalah Dewa cahaya, musik, pemanah, pengobatan, matahari, dan penyair dalam mitologi Yunani dan mitologi Romawi. Ia merupakan anak dari Zeus dan Leto dan saudara kembar Artemis. Orakel-nya di Delphi sangat terkenal. Banyak orang dari seluruh Yunani yang mengunjungi orakelnya untuk mencari tahu mengenai masa depan mereka

Athena

Athena, (bahasa Yunani: Αθηνά atau Αθήνη; bahasa Doris: Ασάνα) yang dialihaksarakan sebagai Athene, adalah seorang Dewi Yunani yang melambangkan kebijaksanaan, strategi, dan perang. Ia dihubungkan oleh bangsa Etruria dengan dewi mereka bernama Menrva, dan kemudian dikenali oleh orang Romawi sebagai Minerva, yang ditemani oleh seekor burung hantu kecil, memakai sebuah tameng dada bernama Aegis yang diberikan kepadanya oleh ayahnya dan ditemani oleh dewi kemenangan, Nike.

Menurut ramalan, apabila Zeus memiliki anak dengan Metis maka anak tersebut akan lebih kuat dan pandai dari Zeus sehingga mampu untuk menggulingkan Zeus dari tahta. Pada saat Metis mengandung Athena, Zeus menelan Metis untuk mencegah kelahiran anaknya. Hal ini menyebabkan Zeus menderita sakit kepala hebat dan memerintahkan Hermes untuk membelah kepala Zeus dengan menggunakan kapak perunggu (buatan Hephaestus)untuk menghilangkan rasa sakitnya. lalu lahirlah Athena melalui kepala/dahi Zeus dalam keadaan berbaju perang lengkap dengan pelinding kepala. Disebutkan pula penyebab sakit kepala Zeus karena Metis membuatkan baju perang dan pelindung kepala untuk anaknya didalam tubuh Zeus, dan proses pembuatan inilah yang menyebabkan Zeus menderita sakit kepala.

Dalam legenda lain Pallas dianggap ayahnya, maka ia sering diberi gelar Pallas Athena (Παλλάς Αθηνά). Selain itu juga ada yang menyebutkan kalau Athena berhasil membunuh Pallas dalam perang Dewa melawan Titan sehingga diberi gelar Pallas Athena.

Athena adalah dewi kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan, adik dari Ares sang dewa perang. Athena terkenal akan belas kasihannya pada manusia saat para dewa yang sewenang-wenang berkuasa. Dia pernah membunuh Medusa dan meletakkan kepalanya pada sebuah perisai yang dinamakan “Perisai Aegis” sebuah perisai yang menurut mitos sangat kuat.

Aphrodite

Aphrodite adalah Dewi Cinta dan Kecantikan dalam mitologi Yunani. Dalam legenda Romawi disebut sebagai Venus. Ada dua legenda berbeda mengenai kelahiran Aphrodite. Versi pertama menyebutkan Aphrodite adalah putri dari Zeus dan Dione, tapi legenda ini kurang populer. Versi kedua menyebutkan bahwa Aphrodite lahir dari alat kelamin Uranus sang Titan yang dikebiri oleh Cronus.

Aphrodite sangat populer dikalangan para dewa. Zeus khawatir akan terjadi peperangan di antara para dewa (karena memperebutkan Aphrodite) sehingga menikahkannya dengan Hephaestus. Kemudian mereka memiliki seorang putra, Eros yang menjadi Dewa Asmara.

Hermes

Hermes adalah salah satu dewa dalam mitologi Yunani, ia dianggap sebagai dewa keberuntungan, dewa pelindung bagi kaum pedagang, dan juga dewa pengirim berita. Dalam mitologi Romawi, ia disebut juga sebagai Mercurius. Hermes adalah anak Zeus dan Maia.

Ciri fisiknya adalah tubuh yang mungil yang selalu mengenakan topi bersayap dan juga sandal bersayap. Ia sangat cepat dalam berkata-kata dan juga berlari. Hermes menjabat sebagai pembawa pesan Zeus dan pemandu bagi roh yang menuju neraka. Hermes memiliki tongkat yang disebut Caduceus.

Ia merupakan dewa penolong bagi Odiseus ketika terjebak pada sebuah pulau. Dari hubungannya dengan Aphrodite, Hermes memiliki anak bernama Hermaphrodite.

Hephaestus

Hefestus dalam mitologi Yunani digambarkan sebagai anak yang buruk rupa dan pincang, sehingga diceritakan bahwa ia dibuang oleh Hera pada saat ia lahir. Dia terlempar selama satu hari satu malam dan jatuh di tengah samudera, ia diselamatkan dan dirawat oleh Tetis dan Eurinome di gua bawah laut.

Hefestus membalas perbuatan Hera yang membuangnya dengan membuatkannya singasana emas gaib dengan rantai yang tidak kasat mata yang, saat Hera duduk di atasnya, langsung menjeratnya. Tidak ada satu dewapun yang sanggup mematahkan rantai itu. Dewa dewi yang lain memohon pada Hefestus untuk kembali ke Olimpus dan melepaskannya, tetapi dia tetap saja menolak. Dionisus akhirnya berhasil membuatnya mabuk dan membujuk ia kembali ke Olimpus. Di sana ia berdamai dengan ibunya dan bersedia melepaskannya. Atas kesediaannya, ia dinikahkan dengan Aphrodite sang dewi cinta.

 

Tag:

Legenda Dewa Zeus dalam Mitologi Yunani…

Zeus (Yunani: Ζεύς) atau Dias (Δίας) adalah raja para dewa dalam mitologi Yunani. Dalam Theogonia karya Hesiodos, Zeus disebut sebagai “Ayah para Dewa dan manusia”. Zeus tinggal di Gunung Olimpus. Zeus adalah dewa langit dan petir. Simbolnya adalah petir, elang, banteng, dan pohon ek. Zeus sering digambarkan oleh seniman Yunani dalam posisi berdiri dengan tangan memegang petir atau duduk di tahtanya. Zeus juga dikenal di Romawi Kuno dan India kuno. Dalam bahasa Latin disebut Iopiter sedangkan dalam bahasa Sanskerta disebut Dyaus-pita.

Zeus adalah anak dari Kronos dan Rea, dan merupakan yang termuda di antara saudara-saudaranya. Zeus menikah dengan adik perempuannya, Hera yang menjadi dewi penikahan. Zeus terkenal karena hubungannya dengan banyak wanita dan memiliki banyak anak. Anak-anaknya antara lain Athena, Apollo dan Artemis, Hermes, Ares, Hebe, Hefaistos, Persefon, Dionisos, Perseus, Herakles, Helene, Minos, dan Mousai.

Zeus membagi dunia menjadi tiga dan membagi dunia-dunia tersebut dengan kedua saudaranya, Poseidon yang menjadi dewa penguasa lautan, dan Hades yang menjadi dewa penguasa dunia bawah (alam kematian). Pendapat lain mengatakan bahwa pembagian tersebut dilakukan berdasarkan undian yang dilakukan tiga dewa tersebut.

Zeus dikaitkan dengan dewa Jupiter dari mitologi Romawi, dewa Amun dari mitologi Mesir, dewa Tinia dari mitologi Etruska, dan dewa Indra dari mitologi Hindu. Zeus, bersama Dionisos, dihubungkan dengan dewa Sabazios dari Frigia, yang dikenal sebagai Sabazius di Romawi.

Asal-usul

Zeus, sering disebut sebagai Zeus pater (“O, Ayah Zeus”), adalah pengembangan dari *Di̯ēus, dewa langit siang dalam mitologi Proto-Indo-Eropa, yang juga disebut* Dyeus ph2tēr (“Bapak Langit”). Dengan demikian, Zeus adalah dewa Yunani yang namanya berasal dari kebudayaan Indo-Eropa. Zeus diadaptasi ke dalam mitologi Romawi menjadi Jupiter. Dalam mitologi Nordik, Zeus/Jupiter dikenal sebagai Thor (dewa petir). Berbeda dengan Zeus dan Jupiter yang merupakan penguasa langit, Thor bukanlah pemimpin para dewa melainkan Odin.

Pemujaan terhadap Zeus

Pusat penyembahan Zeus adalah di Olimpia. Setiap empat tahun sekali diselenggarakan festival olahraga untuk Zeus. Di sana ada altar Zeus yang terbuat dari abu hasil pengorbanan binatang selama berabad-abad.

Pemujaan lokal terhadap Zeus

Daerah-daerah lokal juga mempunyai pemujaan tersendiri terhadap Zeus. Dengan julukan Zeus Aitnaios, Zeus disembah di Gunung Aitna tempat sebuah patungnya berada. Di sana juga diselenggarakan festival yang disebut Aitneia untuk memujanya. Contoh lainnya yaitu:

Sebagai Zeus Aineios atau Ainesios, dia disembah di pulau Kefalonia tempat sebuah kuil untuknya di Gunung Ainos.
Sebagai Zeus Agamemnon dia disembah di Sparta.

Zeus Kreta

Sebagian besar sumber menyatakan bahwa Zeus lahir di Kreta sehingga Zeus menjadi penting di Kreta. Di kota tersebut, Zeus dijuluki sebagai Velkhanos, julukan yang yang kemudian menyebar ke kota-kota lain di Yunani. Bentuk lengkapnya adalah Zeus Velkhanos (“Zeus sang anak lelaki”). Zeus juga kadang-kadang disebut sebagai Kouros.

Di Kreta, Zeus disembah di sejumlah gua di Knossos, Ida dan Palaikastro. Pada masa Helenis, sebuah kuil kecil untuk Zeus velkhanos didirikan di Aghia Triada, bekas istana Minoan. Koin-koin dari Faistos menunjukkan bentuk pemujaan pada Zeus, para pemuda duduk di cabang pohon, dengan ayam jantan di lututnya. Pada koin Kreta lainnya, velkhanos dilambangkan sebagai elang dan dihubungkan dengan dewi pernikahan. Prasasti di Gortyn dan Lyttos menunjukkan adanya festival Velkhania di Kreta.

Cerita Minos dan Epimenides mengindikasikan bahwa gua-gua ini merupakan tempat ritual inkubasi oleh para raja dan pendeta. Di Kreta, Zeus dilambangkan sebagai pemuda berambut panjang alih-alih sebagai orang dewasa, dan dipuja sebagai ho megas kouros “pemuda yang hebat”. Patung gading “Pemuda Dewa” ditemukan dekat Labirin di Knossos oleh Sir Arthur Evans. Dengan sekumpulan perajurit penari yang disebut Kouretes, Zeus memimpin paideia, yakni ritual rahasia dan pelatihan militer-atletik yang keras.

Mitos tentang kematian Zeus Kreta muncul pada beberapa tempat meskipun hanya disebutkan di sumber-sumber dari masa akhir. Kallimakhos, dan Antoninus Liberalis berpendapat bahwa Velkhanos merupakan roh vegetatif tahunan. Penulis Hellenistik Euhemeros mengusulkaan pendapat bahwa Zeus awalnya adalah seorang raja di Kreta, dan kejayaannya membuat dia disembah sebagai dewa. Karya-karya Euhemerus tidak ada yang tersisa, namun para penulis Kristen sangat antusias dengan pendapat ini.

Zeus Lykaios di Arkadia

Julukan Zeus Lykaios (“Zeus-serigala”) muncul karena Zeus dihubungkan dengan suatu festival kuno di Gunung Lykaion (“Gunung Serigala”). Zeus hanya memiliki hubungan formal dengan ritual ini. Mitos ini berhubungan dengan ancaman kuno kanibalisme dan perubahan menjadi manusia serigala. Ada suatu tempat terlarang di dekat tumpukan abu tempat upacara pengorbanan dilakukan. Menurut Plato, suatu klan tertentu berkumpul di gunung tersebut sembilan tahun sekali untuk memberi persembahan pada Zeus Lykaios. Di sana, isi perut manusia dicampur dengan isi perut hewan.

Diceritakan bahwa siapa saja yang memakan daging manusia itu kan berubah menjadi serigala dan hanya bisa menjadi manusia lagi jika tidak memakan daging manusia sampai sembilan tahun berikutnya. Ada pesta olahraga yang diasosiasikan dengan Lykaia, yang menghilang pada abad keempat seiring gelombang urbanisasi pertama Arkadia, Megalopolis. Di sana ada kuil besar yang didedikasikan untuk Zeus Lykaios.

Zeus Subterrania

Meskipun Zeus secara umum dikenal sebagai dewa langit, ada beberapa kota di Yunani yang mempercayai bahwa Zeus tinggal di bawah tanah. Orang Athena dan Sisilia memuja Zeus Meilikhios sementara kota-kota lainnya menyembah Zeus dunia bawah, contohnya Katakhthonios (“di bawah bumi”) dan Plousios (“pembawa kekayaan”). Dewa-dewa ini mungkin digambarkan sebagai ular atau manusia, dan bisa juga sebagai manusia ular. Mereka memperoleh persembahan berupa hewan berwarna hitam yang dikorbankan ke dalam sebuah lubang. Sementara dewa-dewa Olimpus biasanya menerima persembahan berupa hewan berwarna putih yang diangkat di atas altar.

Dalam beberapa kasus, orang-orang tidak sepenuhnya yakin apakah mereka memberi persembahan pada pahlawan atau pada Zeus bawah tanah. Dengan demikian kuil di Libadaia, Boiotia bisa jadi diperuntukkan pada pahlawan Trofonios atau pada Zeus Trefonios. Pahlawan Amfiaraos disembah sebagai Zeus Amfiaraos di Oropos sebelah luar kota Thebes, dan bahkan orang-orang Sparta punya kuil untuk Zeus Agamemnon.

Orakel Zeus

Jupiter Ammon yang bertanduk, terrakota buatan Romawi pada abad pertama Masehi. Meskipun kebanyakan orakel didedikasikan untuk Apollo atau Themis, ada juga beberapa situs orakel yang didedikasikan untuk Zeus.

Orakel di Dodona

Pemujaan Zeus di Dodona, Epirus, tempat adanya bukti kegiatan keagamaan sejak milenium ke-2, berpusat pada sebuah pohon ek keramat. Dalam Odisseia karangaan Homeros, ritual keagamaan di sana dipimpin oleh seorang pendeta pria yang disebut Selloi, yang berbaring di tanah dan mengamati daun-daun serta ranting-ranting. Sementara menurut Herodotos, pemimpin keagamaan di sana adalah pendeta perempuan yang disebut peleiades.

Istri Zeus di Dodona bukanlah Hera melainkan dewi Dione — yang namanya merupakan bentuk feminim dari “Zeus”. Statusnya sebagai seorang Titan mengindiaksikan bahwa kemungkinan Dione merupakan dewi yang yang lebih kuat dari Zeus pada masa pra-Hellen, dan mungkin orakel tersebut awalnya merupakan orakel Dione.

Orakel di Siwa

Orakel Ammon di Oasis Siwa di gurun barat Mesir sudah dikenal oleh Yunani sejak masa kuno, dan kembali terkenal setelah dikunjungi oleh Aleksander yang Agung. Herodotos menyebutkan tentang konsultasi dengan Zeus Amun dalam salah satu karyanya mengenai Perang Yunani-Persia. Zeus Ammon terutama disembah di Sparta, tempat adanya sebuah kuil Zeus pada masa Perang Peloponesia. Setelah Aleksander mendatangi orakel Siwa ini, figur tersebut mulai dikenal oleh Yunani sebagai Sibyl dari Libya.

Julukan

Zeus Hospites dan Zeus Xenios – pelindung para tamu,
Zeus Philoxenon – pelindung orang asing,
Zeus Olympios – dewa di Gunung Olimpus,
Zeus Agoraios – pelindung perdagangan,
Zeus Aegidukhos – pemegang Aigis,
Zeus Horkios – penjaga sumpah,
Astrapios – pemegang kilat,
Brontios – pemegang petir,
Zeus Tallaios atau Solar Zeus,
Zeus Meilikhios,
Kasios – Zeus dari Gunung Kasios di Suriah,
Ithomatas – Zeus dari Gunung Ithomi di Messenia.

Kelahiran

Kronos memperoleh beberapa anak dari istrinya, Rea, yaitu Hestia, Demeter, Hera, Hades, dan Poseidon. Tetapi Kronos menelan semua anak-anaknya begitu mereka lahir karena Kronos takut pada ramalan bahwa kekuasaannya akan digulingkan oleh keturunannya seperti dia merebut kekuasaan dari ayahnya (Uranus). Namun ketika Zeus lahir, Rhea menyembunyikannya di Kreta agar tidak ditelan Kronos. Rhea memberikan sebuah batu terbungkus kain pada Kronos dan mengatakan bahwa itu adalah anaknya. Kronos mempercayai Rhea dan menelan batu yang dia kira anaknya tersebut.

Masa kecil

Rhea menyembunyikan Zeus di sebuah gua di Gunung Ida di Kreta. Berikut ini adalah beberapa versi berbeda-beda yang membesarkan zeus:
Zeus dibesarkan oleh Gaia.
Zeus dibesarkan oleh seekor kambing bernama Amaltheia, dan para Kouretes— sekumpulan prajurit yang bernyanyi, menari, dan menghentakkan tombak pada perisai supaya Kronos tidak mendengar suara tangisan Zeus.
Zeus dibesarkan oleh seorang nimfa bernama Adamantheia
Zeus dibesarkan oleh nimfa bernama Kinosura. Sebagai balasannya, Zeus mengangkatnya ke langit sebagai bintang.
Zeus dibesarkan oleh Melissa, yang memberinya susu kambing dan madu.
Zeus dibesarkan oleh keluarga gembala yang dijanjikan bahwa ternak mereka akan aman dari serigala.

Menjadi raja para dewa

Setelah dewasa, Zeus berhasil membuat Kronos memuntahkan saudara-saudaranya. Zeus lalu membebaskan para Gigant, Hekatonkhire dan Kiklops dari Tartaros setelah membunuh Kampe, penjaga Tartaros. Para Kiklops pun membuatkan petir untuk Zeus. Bersama saudara dan sekutunya, Zeus memerangi para Titan dalam Titanomakhia. Para Titan yang kalah lalu dikurung di Tartaros sementara Atlas diharuskan memikul langit di pundaknya. Setelah mengalahkan para Titan, Zeus melakukan undian dengan Poseidon dan Hades. Zeus memperoleh langit, Poseidon lautan, dan Hades dunia bawah, sedangkan bumi diatur oleh semua dewa.

Gaia marah karena Zeus mengurung para Titan. Gaia pun mengirim anak-anaknya yang lain untuk melawan para dewa Olimpus. Para dewa Olimpus harus menghadapi monster Tifon dan Ekhidna. Zeus berhasil mengurung Tifon di bawah sebuah gunung dan membiarkan Ekhidna serta anak-anaknya hidup sebagai ujian bagi para pahlawan.

Zeus dan Hera

Zeus adalah saudara sekaligus suami Hera. Zeus menyukai Hera tetapi Hera selalu menolaknya, karena itu Zeus menggunakan tipu muslihat untuk mendapatkan Hera. Zeus mengubah dirinya menjadi burung tekukur. Ketika Hera melihat burung tersebut, dia mendekatkan burung tersebut ke dadanya, saat itulah Zeus berubah kembali dan memperkosa Hera. Untuk menutupi rasa malunya, Hera pun menikahi Zeus. Dari Hera, Zeus menjadi ayah dari Ares, Hebe, Hefaistos, Eileithiia dan Eris. Hera sangat marah terhadap perempuan yang menjadi wanita selingkuhan Zeus dan dia memusuhi wanita-wanita tersebut termasuk juga anak-anak mereka.



Lain-lainnya Tentang Zeus

Patung Zeus di Museum Altes di Berlin.
Zeus mengubah Pandaros menjadi batu karena mencuri anjing emas dari Kreta.
Zeus membunuh Salmonios dengan petir karena meniru Zeus.
Zeus mengubah Perifas menjadi elang setelah dia mati sebagai hadiah karena Perifas adalah manusia yang baik dan adil.
Seorang nimfa bernama Khelone menolak menghadiri pernikahan Zeus dan Hera, akibatnya Zeus mengubahnya menjadi seekor kura-kura.
Zeus, bersama dengan Hera, mengubah raja Haemus dan ratu Rhodope menjadi gunung karena kesombongan mereka.
Zeus menghukum Tantalos di Tartaros selamanya karena Tantalos menjamu para dewa dengan daging manusia.
Zeus menghukum Iksion selamanya berada di roda api karena mencoba memperkosa Hera.
Zeus menenggelamkan para Telkhines karena mempraktikkan sihir hitam.
Zeus membutakan mata Fineus karena membocorkan rahasia para dewa.
Zeus memberi Teiresias masa hidup yang panjang karena memihak Zeus dalam suatu perdebatan melawan Hera.
Zeus menghukum Hera ketika Hera berusaha membunuh Herakles dengan menggunakan badai.
Dari semua anaknya yang terlahir sebagai setengah dewa, Zeus memilih Herakles untuk bertempur bersamanya melawan para Gigant.
Athena disebut-sebut sebagai anak perempuan favorit Zeus
Burung keramatnya adalah burung elang karena melambangkan kekuatan, kekuasaan dan keadilan.
Pohon kesukaannya adalah pohon ek, simbol kekuatan. Pohon zaitun juga dikeramatkan untuknya.
Zelos, Nike, Kratos dan Bia termasuk dalam rombongan Zeus.
Prometheus dihukum oleh Zeus dengan elang yang memakan hati Prometheus setiap hari karena Prometheus mencuri api dari Gunung Olimpus.

 
 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Legenda Ares Dewa Perang Mitologi Yunani…

Ares merupakan anak dari Zeus dan Hera, yang juga di kenal sebagai Dewa perang yunani. Ares memiliki saudara bernama Eileithyia, yang berasal dari hubungan Zeus dan Hera. Dalam kisah mitos, Ares memiliki 2 pengawal bernama Fobos dan Deimos yang saat ini dikenal sebagai satelit di planet mars.

tombak berujung perunggu dan seperangkat baju perang (helm, perisai, sabuk, pelindung kaki) yang sangat berkilau adalah ciri khas perangkat perang yang selalu di kenakan Ares. Ares juga memiliki kereta perang yang ditarik oleh empat ekor kuda emas yang abadi dan mampu menyemburkan api:yaitu antara lain Aithon (“Api merah”), Konabos (“Kekacauan”), Flogios (“Nyala api”) dan Fobos (“Rasa takut”).

Ares memiliki sifat haus darah dan gemar merasuki manusia supaya melakukan peperangan. Mars merupakan symbol dari Ares, bulan maret juga diyakini sebagai persembahan untuk ares alias mars dalam mitologi romawi, Ares juga terlibat dalam pendirian kota thebes yaitu kota di yunani nama ares berasal dari bahasa yunani yaitu are yang berasal dari kata ara berarti kutukan kehancuran : takut,sedangkan mars berhubungan dengan kata menghancurkan

Di dalam mitologi Yunani Kuno. Ares merupakan simbol dari keberutalan, kekejaman, dan horor. Saudari Ares, Eris, memicu peperangan, Zeus mengahalangi jalannya, tetapi Ares mencintai perang untuk kesenangannya sendiri, dia menikmati hiruk-pikuk dan teriakan dalam perang, pembantaian manusia, dan penghancuran kota :takut,Dia bahkan tidak mengikuti keberpihakan, dia kadang-kadang mendukung satu pihak lalu membantu pihak lainnya, dia hanya melakukannya sesuai kehendak hatinya. Ares juga dianggap ikut berperan dalam kematian manusia yang disebabkan oleh wabah dan epidemi. mirisnya karena Sifat Ares yang haus darah dan liar ini membuat dia dibenci baik oleh orang tuanya maupun oleh dewa lain.

Ares telah melakukan banyak sekali peperangan. Salah satu peperangan yang sangat terkenal dalam cerita Greek adalah Ares & The war of Gigantes. Yang di ceritakan bahwa Ares melawan dewa lain, yaitu Gigantes ( raksasa berkaki ular ). Dalam sejarah Greek, lawan Ares tersebut adalah Mimas. Dan ada juga peperangan lainnya seperti ARES & THE GIANT ECHIDNADES, ARES & THE ALOADAE GIANTS, ARES & THE CRIMINAL SISYPHUS, ARES CHALLENGES APOLLO, yang di kisah kan di sejarah. Dalam pertarungan Ares juga pernah mengalami kekalahan dalam pertarungan. Athena , Hercules ( Herakles ) dan Diomedes merupakan dewa yang pernah melukai tubuh Ares. Selain itu, Ares juga pernah dikalahkan oleh Aloadai, dan sepasang raksasa

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Legenda Asal Mula Telaga Biru… ( Cerita Rakyat dari Daerah Maluku )

Dahulu kala Di provinsi Maluku, di daerah Halmahera terdapat sebuah air di antara pembekuan lahar panas. Karena menggenang dalam waktu yang cukup lama. Sehingga membuat airnya menjadi berubah warna menjadi biru. Karena peristiwa ini aneh, penduduk desa di daearah sana membuat acara ritual untuk menemukan jawaban atas kejadian ini.

“Timbul dari Sininga irogi de itepi Sidago kongo dalulu de i uhi imadadi ake majobubu” Timbul dari akibat patah hati yang remuk-redam, meneteskan air mata, mengalir dan mengalir menjadi sumber mata air. Itulah arti kejadian tersebut, yang ditemukan berkat ritual.

Setelah Ritual itu selesai di lakukan maka, Kepala Desa menyuruh warganya untuk berkumpul di pusat desa. Tetua adat dengan penuh wibawa bertanya “Di antara kalian siapa yang tidak hadir namun juga tidak berada di rumah”. Para penduduk mulai saling memandang. Masing-masing sibuk menghitung jumlah anggota keluarganya. Akhirnya diketahui bawa ada dua keluarga yang anggotanya belum lengkap. Mereka adalah Majojaru (nona) dan Magohiduuru (nyong). Setelah itu salah seorang dari warga bercerita tentang mereka berdua.

Dulu ada Sepasang Kekasih yang berjanji untuk sehidup semati. Mereka bernama Majojaru dan Magohiduuru. Suatu hari Magohiduuru pergi berkelana ke negeri seberang, selama hampir satu tahun Magohiduuru belum juga kembali. Majojaru yang terus menunggu dengan setia lama kelamaan menjadi cemas. Suatu hari Majojaru melihat kapal yang dinaiki Magohiduuru datang. Namun Setelah bertanya dengan awak kapal di mendengar bahwa Magohiduuru sudah meninggal dunia ketika di negeri seberang.

Mendengar Kabar tentang Magohiduuru, Majojaru terhempas ke tanah. Mereka berjanji sehidup semati, tetapi sekarang Magohiduuru telah tiada. Kabar yang di dengarnya membuat dia seakan – akan kehilangan dirinya sendiri dan tujuan hidupnya.

Hati yang sedih menyelimuti raut muka Majojaru, muka yang tidak punya harapan hidup tampak dari raut wajahnya. Dengan perlahan – lahan di berjalan menuju ke rumahnya, di tengah perjalanan dia berteduh di sebuah pohon, dan bebatuan. Merenung dan meratapi nasibnya, pikirannya melayang layang, lalu teringat akan kekasihnya Magohiduuru. Air mata keluar dari matanya setetes demi setetes, hingga tiga hari tiga malam telah terlewati. Air matanya yang terus mengalir, lama-kelamaan, semakin banyak hingga menggenangi dirinya sendiri. Majojaru larut dalam kesedihan, dan tanpa di sadari air matanya menggenang tinggi, hingga menenggelamkan bebatuan tempat ia duduk, lama kelamaan ia pun ikut tenggelam dan meninggal dunia di sana.

Telaga kecil pun terbentuk dari Air mata Majojaru. Airnya sebening air mata dan warnanya sebiru pupil mata nona endo Lisawa. Penduduk dusun Lisawa pun berkabung. Mereka berjanji akan menjaga dan memelihara telaga itu. Telaga yang berasal dari tetesan air mata itu lama – lama airnya berubah menjadi kebiru – biruan, sehingga penduduk di dearah sana, memberi nama Telaga Biru.

 
 

Tag: , , , , , , , , , , , , ,